ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Qin Shi Huang dari China adalah pendiri Dinasti Qin,
sekaligus kaisar pertama Tiongkok yang bersatu.
Untuk menyatukan Tiongkok, ia menaklukkan enam kerajaan
lainnya. Tak terhitung berapa nyawa yang dikorbankan untuk memenuhi ambisinya
itu.
Qin Shi Huang meninggalkan banyak warisan bersejarah yang
masih lestari hingga saat ini, di antaranya Tembok Besar China -- yang
pembangunannya ia lanjutkan, juga mausoleum yang 'dijaga' pasukan tentara
terakota.
Namun, di balik reputasinya sebagai penakluk, ia punya
ketakutan terbesar: mati.
Tapi, seperti dikutip dari Listverse.com pada Rabu
(22/3/2017), tidak peduli berapapun banyaknya pasukan yang dikalahkannya,
ketakutan akan kematian tetap menguntitnya.
Ia memerintahkan para bawahannya mencari 'ramuan keabadian'
atau disebut juga 'obat panjang umur' demi bisa hidup abadi.
Ada beberapa cendekiawan dan juga para tabib di kumpulkan,
namun hal ini tidak juga ada hasil yang signifikan.
Setelah para cendekiawan gagal, Qin Shi Huang bepergian ke
pulau Zhifu, karena didengarnya ada seorang pria yang sanggup menemukan rahasia
kehidupan kekal.
Di sana, ia bertemu dengan tabib Xu Fu yang memastikan bahwa
hal itu bisa dilakukan dan menjanjikan ramuan keabadian sedang menunggu untuk
ditemukan di Pegunungan Penglai.
Itu bukan tempat sebenarnya, tapi tempat mitos bagi Delapan
Mahluk Kekal dan ada sebuah jalan menuju kepada para dewa. Xu Fu menjelaskan
kepada kaisar tentang seorang tabib berusia 1.000 tahun bernama Anqi Sheng yang
akan berbagi rahasia.
Qin Shi Huang merasa senang dan memberikan Xu Fu satu armada
kapal untuk dipakai berlayar mencari ramuan keabadian. Tak lama, Xu Fu kembali
dan mengaku telah menemukan pulau yang disebutnya penuh semak yang memberikan
hidup abadi kepada kaisar. Tapi ada tumbalnya.
Ia perlu membawa 6.000 perawan untuk memperoleh ramuan. Qin
Shi Huang mempercayainya dan memberikan yang diperlukan.
Selama 8 tahun kemudian, Xu Fu menjauh dari Kaisar dan
berlayar bersama para perawan.
Qin Shi Huang menunggu dengan sabar. Walau terdengar mistis,
ada bukti bahwa hal itu mungkin benar. Di pulau Zhifu, Qin Shi Huang menorehkan
tulisan "Sampai di Fu dan mengukir batu." Ukiran tulisan itu masih
ada hingga sekarang.
Apapun, Xu Fu berlayar untuk dan tidak pernah kembali.
Diperkirakan Xu Fu mendarat di Jepang
Lalu bagaimana kondisi kaisar tersebut, tetaplah kematian
adalah hal yang tidak bisa di hindari…..
semua makhluk akan mati pada waktunya…
semua makhluk akan mati pada waktunya…
Bodoh jika ada manusia yang ingin hidup selamanya

0 Response to "Resep Umur Panjang Kaisar yang telah Membangun Tembok Cina Ternyata, 6000 Gadis Perawan. Kisah Yang Dirahasiakan sebarkan"
Posting Komentar