ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| Nenek Hindun Terhimpit Politik dan Akidah |
Beredarnya
spanduk penolakan salat jenazah pembela penista agama jelang Pilkada DKI 2017
putaran kedua ternyata berbuntut panjang. Nenek Hindun, seorang warga Jalan
Karet II, Setiabudi, Jakarta Selatan menjadi korban akibat adanya warga yang
terprovokasi atas pemasangan spanduk tersebut.
Di akhir
masanya di dunia, Nenek Hindun justru dibebani kepentingan politik sejumlah
pihak yang ingin menjatuhkan salah satu pasangan calon di Pilkada DKI Jakarta
putaran dua. Jenazah Nenek Hindun bin Raisman ditolak disalatkan pihak musala
yang dekat dengan kediamannya.
Pihak keluarga
menilai penolakan tersebut disebabkan karena Nenek Hindun memilih Calon
Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pilkada DKI
2017 putaran pertama, 15 Februari 2017 lalu.
Neneng, anak
bungsu Nenek Hindun, menceritakan kasus ini bermula ketika Pilkada DKI, ada
empat petugas Komisi Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mendatangi rumah
mereka untuk meminta Hindun ikut mencoblos. Namun, karena kondisi fisik Hindun
yang ringkih, dia menolak datang ke TPS. Tapi, petugas tetap ingin mengambil
suara Hindun.
"Pas
pemilihan itu, Mak (Hindun) disuruh nyoblos, ya namanya orang tua sudah enggak
tahu apa-apa, nyoblos asal aja. Kebetulan yang dicoblos nomor dua dan dilihat
sama empat orang petugas itu," terang Neneng.
Pencoblosan
yang disaksikan empat petugas KPPS itu berbuntut panjang. Neneng merasa ada
yang salah dengan cara pemungutan suara terhadap ibunya. Namun, saat itu Neneng
tak ambil pusing.
"Ya pas
nyoblos itu kan terbuka, dilihat orang banyak, saya ragu juga, bukannya nggak
boleh dilihat siapapun? Kan rahasia itu pilihan. Tapi, karena Mak sakit, ya
sudahlah, kami enggak ambil pusing, pokoknya nyoblos," terang Neneng.
Pencoblosan
itu, ternyata jadi malapetaka. Sejak itulah, kata Neneng, keluarganya dan Nenek
Hindun dituduh sebagai pendukung penista agama. Keluarga mereka dituduh
mendukung Ahok yang kini berstatus terdakwa dalam kasus penistaan agama.

0 Response to "Nasib Nenek Hindun Sudah Jadi Jenazah Masih Juga Terhimpit Politik dan Akidah"
Posting Komentar