ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| Inilah Deretan fitnah tak bertanggung jawab, Selalau mengatas namakan Jendral Gatot Nurmantyo |
Di tengah perang opini lewat media sosial, informasi hoax
alias palsu bertebaran. Akun-akun tak jelas membuat informasi bohong dan dengan
cepat tersebar luas di masyarakat.
Salah satu nama yang sering dicatut adalah Panglima TNI
Jenderal Gatot Nurmantyo. Berbagai isu disebar dengan mengatasnamakan jenderal
bintang empat ini.
Pertama adalah isu 'kuda troya'. Jenderal Gatot Nurmantyo
sengaja keliling kampus dan menemui ulama untuk menggalang kekuatan buat
menggulingkan Jokowi. Mabes TNI merasa perlu meluruskan kabar yang beredar
cepat itu.
"Panglima TNI melakukan kegiatan tersebut, karena untuk
membentuk karakter pemuda Indonesia agar memiliki rasa kebangsaan dan
nasionalisme serta bela negara, bukan untuk berambisi mengambil alih
pemerintahan," tegas Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto beberapa waktu lalu.
Tak cuma itu, Panglima TNI juga difitnah akan menyerahkan
wilayah laut Natuna kepada pihak Tiongkok. TNI pun menegaskan, kapal asing
masuk saja akan ditindak. Bagaimana mungkin TNI yang selama ini membela NKRI
akan tega menyerahkan wilayah pada asing? Jelas ini hanya informasi hoax untuk
mengadu domba.
Lalu ada lagi kabar yang beredar viral. Panglima TNI dan
Paspampres telah menangkap pendukung Ahok yang menyusup saat aksi 212 lalu.
Tujuan orang itu hendak mencelakai Presiden Jokowi dan Habib Rizieq.
Sebelum kabar beredar cepat, TNI menegaskan kabar penangkapan
itu bohong. Faktanya, Panglima selalu berdiri di samping Presiden Jokowi dan
tak ada orang yang ditangkap selama aksi.
"Jangan membenturkan kelompok yang satu dengan kelompok
masyarakat lainnya," tegas pihak TNI.
Pencatutan nama Jenderal Gatot Nurmantyo belum usai. Saat
bencana gempa bumi mengguncang Pidie, sebuah akun Facebook mengatasnamakan
Gatot meminta sumbangan bagi korban gempa.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menegaskan hal itu adalah
fitnah, karena akun yang beredar di media sosial, bukanlah milik akun Panglima
TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
"Pemilik Akun Facebook tersebut hanya ingin mencari
keuntungan pribadi dengan memanfaatkan nama Gatot Nurmantyo," ujar
Wuryanto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (9/12).
"Penyebaran isu ini sangat mencemarkan nama baik
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo secara pribadi maupun Institusi TNI," tegas
Wuryanto.
Belum lama ini, beredar isu di media sosial dan WhatsApp
terkait ceramah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Markas salah satu
Ormas Islam di Petamburan Jakarta Pusat pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW,
tanggal 11 Desember 2016. Dalam isu yang beredar, Panglima TNI meminta agar
mewaspadai China Komunis yang akan mengobok-obok Indonesia.
Mabes TNI menegaskan isu tersebut hoax atau bohong. Panglima
tak pernah berpidato di Petamburan saat Maulid Nabi.
"Isu yang beredar tentang ceramah Panglima TNI Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, adalah
isu yang sama sekali tidak benar dan tidak bertanggungjawab, kata Kapuspen TNI.
"Isi ceramah tersebut sangat tendensius dan cenderung
berupaya memecah belah bangsa serta mengandung ujaran kebencian," tegas
Mayjen Wuryanto.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia dimana pun
berada, agar lebih waspada dan selektif dalam memilah dan memilih informasi
yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab melalui media massa,
khususnya media sosial dan WhatsApp.
TNI mengajak sesama anak bangsa, agar jangan membuat isu dan
jangan saling menghasut, apalagi dengan mengatasnamakan Pejabat Negara maupun
Institusi.
"Itu semua akan menimbulkan dampak yang tidak baik, di
mana Indonesia saat ini sedang membangun," pungkasnya.

0 Response to "Inilah Deretan fitnah tak bertanggung jawab, Selalau mengatas namakan Jendral Gatot Nurmantyo"
Posting Komentar