ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Eramuslim.com – Pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah menilai insiden di
Laut Natuna, Indonesia tidak bisa dipahami hanya sebagai tindakan mencuri ikan
oleh nelayan Tiongkok.
“Kalau murni nelayan pasti tidak bawa senjata. Lalu, apa urusan
penjaga laut China mencegah nelayannya ditangkap oleh aparat penegak hukum saat
memasuki perairan Natuna yang jelas-jelas masuk wilayah Indonesia? Informasi
yang saya dapat, penjaga laut China melepaskan tembakan ke arah TNI AL,” kata
Fahri, Jumat (25/3).
Kalau sudah terjadi tembak-tembakan antara penjaga laut
China dengan TNI AL di wilayah laut Indonesia lanjutnya, tidak
bisa disebut sebagai persoalan teknis memancing atau penangkap ikan secara
ilegal yang menjadi domain Menteri Kelautan dan Perikanan.
“Ini sudah masuk soal tembak-tembakan antara angkatan laut China
yang tanpa izin melintas di perairan laut Indonesia lalu dihadang TN AL. Ini
satu pelanggaran teritorial yang sangat serius,” tegas politikus PKS ini.
Oleh karena itu Fahri menyarankan di samping tetap menjadikan
Kementerian Luar Negeri sebagai institusi terdepan untuk menjalankan fungsi
diplomasi, negara mestinya juga memperkuatnya dengan Kementerian Pertahanan dan
Panglima TNI.
“Menyikapi masalah itu, jangan serahkan ke Menteri Kelautan dan Perikanan.
Bu Susi minggir dulu. Kemenlu harus terdepan dan diperkuat Kemenhan, dan
Panglima TNI,” tegasnya.
Dari sinergi tiga institusi ini ujar Fahri, diharapkan aksi
protes secara diplomasi harus lebih tegas lagi sebab ini sudah menyangkut
kedaulatan NKRI.
“Kemana-mana China ini ngomong Indonesia penting bagi dia. Tapi
dalam praktik hubungan sesama negara, China pula yang berani melepaskan
tembakan terhadap TNI AL di dalam wilayah Indonesia lagi,” pungkasnya.(ts/jppn)

0 Response to "AYOOO VIRALKAN, Kapal Nelayan China Ini Dipersenjatai Tembak, Dan Berani Tembak TNI AL Saat Mencuri Natuna Indonesia"
Posting Komentar